Kembali ke halaman berita
Berita

Bukan Sekadar Website: Cerita Digitalisasi Pengelolaan Bank Sampah Desa Cukilan

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 20 Agustus 2026, 15:14 WIB · 3 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)

Balai Desa Cukilan, 7 Agustus 2026 -- Pengelolaan Bank Sampah Desa Cukilan selama ini telah berjalan melalui peran aktif pengurus dan masyarakat, namun proses pencatatan dan pemantauan data masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyulitkan pengurus dalam mengelola data nasabah, pencatatan transaksi, serta memantau perkembangan kegiatan Bank Sampah secara terstruktur. Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) mengembangkan Website Monitoring dan Manajemen Bank Sampah Desa Cukilan sebagai sistem digital yang terintegrasi dengan database nasabah dan transaksi. Program ini merupakan bagian dari rangkaian multidisiplin KKN bertema Penguatan Sistem Operasional, Insentif, dan Monitoring Bank Sampah Berkelanjutan. Website dikembangkan oleh Kayis Hilmi Farih, mahasiswa Informatika Universitas Diponegoro, dan pelatihan penggunaan sistem diberikan kepada pengurus Bank Sampah pada Jumat, 7 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Cukilan.

Bank Sampah Desa Cukilan sebelumnya mengandalkan pencatatan manual dalam mengelola berbagai informasi, mulai dari data nasabah, jumlah setoran sampah, hingga transaksi yang dilakukan. Pencatatan yang masih tersebar dalam berbagai media membuat proses pemantauan dan pelaporan membutuhkan waktu lebih lama serta berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pengelolaan data. Berangkat dari permasalahan tersebut, pendekatan digital diperkenalkan melalui pengembangan website monitoring dan manajemen yang dirancang berdasarkan kebutuhan pengurus Bank Sampah. Sebagai mahasiswa Informatika, Kayis membangun sistem yang tidak hanya berfungsi sebagai media pencatatan data nasabah dan transaksi, tetapi juga dilengkapi dengan dashboard yang menyajikan informasi secara lebih ringkas dan mudah dipahami. Dengan sistem tersebut, pengurus diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan Bank Sampah secara lebih terstruktur dan transparan.

Proses pengembangan website dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari analisis kebutuhan pengurus, perancangan sistem dan antarmuka, pengembangan fitur, hingga integrasi database nasabah dan transaksi. Setiap tahapan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata pengurus agar sistem yang dihasilkan dapat digunakan dalam kegiatan operasional Bank Sampah. Setelah sistem selesai dikembangkan, pelatihan dasar diberikan kepada pengurus Bank Sampah di Balai Desa Cukilan pada 7 Agustus 2026 untuk memperkenalkan cara penggunaan dan pengelolaan sistem secara mandiri. Luaran konkret dari program ini meliputi satu website monitoring dan manajemen Bank Sampah yang telah terintegrasi dengan database, serta peningkatan kapasitas pengurus dalam menggunakan sistem digital. Kehadiran website ini diharapkan dapat memudahkan pengurus dalam mengelola dan memantau data nasabah maupun transaksi, mengurangi ketergantungan terhadap pencatatan manual, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data. Program ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi digital sebagai infrastruktur informasi, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis digital, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan sampah yang lebih terdata dan terpantau.

Meskipun website telah berhasil dikembangkan dan pengurus telah mendapatkan pelatihan dasar, proses adaptasi terhadap sistem digital masih membutuhkan waktu. Pengurus perlu membiasakan diri dengan proses input, pengelolaan, dan pembaruan data secara konsisten agar sistem dapat dimanfaatkan secara optimal. Sebagai tindak lanjut, website akan dipelihara dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan Bank Sampah di masa mendatang. Pengurus juga diharapkan melakukan backup data serta memperbarui informasi secara berkala untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan sistem. Dengan adanya website ini, digitalisasi diharapkan tidak hanya menjadi sebuah luaran program KKN, tetapi menjadi alat pendukung yang dapat terus dimanfaatkan oleh pengurus dalam menjalankan kegiatan Bank Sampah. Pada akhirnya, pengelolaan Bank Sampah Desa Cukilan diharapkan dapat semakin profesional, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.