Kembali ke halaman berita
Berita

Mahasiswa KKN-T Tim 80 Undip Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Desa Cukilan

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 05 September 2026, 10:09 WIB · 3 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)

Desa Cukilan, 23 Juli 2026. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 80 Desa Cukilan sukses menyelenggarakan program kerja multidisiplin berupa sosialisasi berjudul "Sosialisasi Peran Pemerintah Desa, Bank Sampah, dan Masyarakat dalam Implementasi Sistem Pengelolaan Sampah Desa Cukilan". Kegiatan ini digagas oleh Salsabeila Raisa Kamila, mahasiswa Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum, dan bertempat di Joglo Banjaran Cengklik, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons atas belum optimalnya sinergi antara pemerintah desa, bank sampah, dan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Cukilan. Dengan menyasar perangkat desa, pengurus bank sampah, karang taruna, dan Ibu-ibu PKK sebagai peserta, program ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta tanggung jawab bersama guna mewujudkan lingkungan desa yang bersih dan bebas sampah. 

Salsabeila Raisa Kamila selaku penanggung jawab program menjelaskan bahwa sosialisasi ini dirancang agar warga tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mekanisme teknis pengelolaan sampah. "Kami ingin masyarakat Desa Cukilan memahami peran serta tanggung jawab pemerintah desa, bank sampah, dan warga secara bersama-sama, mulai dari pemilahan, penyetoran, hingga bagaimana sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis," ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai peran Pemerintah Desa, Bank Sampah, dan masyarakat dalam pengelolaan sampah, dilanjutkan dengan penjelasan mekanisme kerja bank sampah secara menyeluruh, mulai dari tahap pemilahan, penyetoran, hingga pengelolaan hasil sampah agar memiliki nilai ekonomis. Sosialisasi ini turut mengundang dan melibatkan perangkat desa, pengurus bank sampah, karang taruna, serta Ibu-ibu PKK Desa Cukilan sebagai peserta aktif. Meski berjalan lancar, kegiatan ini tidak lepas dari tantangan. Partisipasi masyarakat pada sesi tanya jawab masih tergolong minim, karena sebagian peserta dinilai belum memiliki ketertarikan tinggi terhadap keberadaan bank sampah, sehingga cenderung pasif selama sosialisasi berlangsung.

Kepala Desa Cukilan, Bapak Rozikin menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini dan berharap edukasi yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh warga. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Salsabeila Raisa Kamila menyerahkan poster edukasi yang dipasang di Balai Desa sebagai media edukasi berkelanjutan mengenai peran Pemerintah Desa, Bank Sampah, dan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Selain itu, program ini juga mendorong pembentukan maupun penguatan pengurus bank sampah agar sistem pengelolaan sampah di Desa Cukilan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Program ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui terciptanya lingkungan Desa Cukilan yang lebih bersih dan tertata, SDGs poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan sampah yang mendorong prinsip pilah-olah sampah menjadi bernilai ekonomis, serta SDGs poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi yang dibangun antara pemerintah desa, bank sampah, dan masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Diktisaintek Berdampak dan diharapkan dapat menjadi langkah awal terwujudnya Desa Cukilan yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah.