Desa Cukilan, 8 Agustus 2026 - Menumpuknya sampah rumah tangga kerap kali bermula dari kebiasaan sehari-hari yang sebenarnya bisa dikurangi sejak dari sumbernya. Berangkat dari persoalan tersebut, Ayu Alicia Gitasya Pakpahan yang merupakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar kegiatan sosialisasi bertema Zero Waste pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Joglo Banjaran Gunung, Desa Cukilan. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK, kepala dusun (kadus), karang taruna, serta masyarakat Desa Cukilan secara umum, dengan harapan peserta dapat memahami sekaligus menerapkan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sosialisasi ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengurangi sampah sejak dari sumbernya, bukan sekadar menanganinya setelah menumpuk. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN ingin mengenalkan kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dapat langsung dipraktikkan dari rumah, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, hingga memilah sampah sebelum dibuang atau disetorkan ke Bank Sampah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi menggunakan media presentasi. Mahasiswa KKN menjelaskan pengertian dasar Zero Waste, jenis-jenis sampah rumah tangga yang umum dihasilkan, cara mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta langkah-langkah pemilahan sampah yang tepat. Tidak berhenti pada teori, materi juga dilengkapi dengan contoh-contoh penerapan Zero Waste yang sederhana dan dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, sehingga peserta lebih mudah memahami dan membayangkan cara mempraktikkannya di rumah masing-masing.

Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Pada sesi ini, peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan kondisi serta kebiasaan pengelolaan sampah yang selama ini berjalan di lingkungan mereka. Diskusi ini menjadi ruang bertukar pandangan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus membantu mahasiswa KKN memahami tantangan nyata yang dihadapi warga dalam mengelola sampah sehari-hari.
Kehadiran kadus, ibu-ibu PKK, dan karang taruna dalam kegiatan ini dinilai penting, mengingat ketiga kelompok tersebut memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan kebiasaan baik kepada lingkungan yang lebih luas. Ibu-ibu PKK berperan besar dalam pengelolaan sampah rumah tangga, karang taruna berpotensi menjadi penggerak di kalangan pemuda, sementara kadus memiliki jangkauan untuk mendorong penerapan kebiasaan ini hingga ke tingkat dusun.
Kegiatan sosialisasi Zero Waste ini turut sejalan dengan sejumlah target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Yang paling relevan adalah SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, karena inti dari Zero Waste adalah mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya melalui pola konsumsi yang lebih bijak. Selain itu, kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, sebab pengelolaan sampah yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan permukiman yang bersih dan layak huni. Sosialisasi ini pun bersinggungan dengan SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, mengingat pengurangan sampah, khususnya sampah plastik, turut berkontribusi dalam menekan dampak lingkungan yang berpotensi memperparah perubahan iklim.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap kesadaran masyarakat Desa Cukilan terhadap pengelolaan sampah dapat terus tumbuh, tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga terwujud dalam kebiasaan nyata sehari-hari. Perubahan kecil yang dimulai dari rumah masing-masing diyakini akan membawa dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan Desa Cukilan ke depannya.