Kembali ke halaman berita
Berita

Limbah Daun Jadi Karya,Ajak Siswa SD Cukilan 03 Berkreasi Melalui Eco Print

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 04 September 2026, 10:00 WIB · 3 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)

Desa Cukilan, 6 Agustus 2026 -- Daun-daun kering yang biasanya berakhir di tempat sampah ternyata bisa disulap menjadi motif kain yang indah. Itulah pesan yang coba disampaikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kepada siswa SD Cukilan 03 melalui kegiatan praktik pembuatan ecoprint yang digelar pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan ini menyasar siswa-siswi SD Cukilan 03 dan dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah, dengan Ayu Alicia Gitasya Pakpahan berperan sebagai pemandu sekaligus pendamping selama proses berlangsung.

Ecoprint dipilih sebagai kegiatan karena dinilai mampu menggabungkan dua hal sekaligus, yaitu edukasi lingkungan dan pengembangan kreativitas anak. Melalui kegiatan ini, Ayu Alicia ingin menanamkan pemahaman kepada siswa bahwa limbah daun yang selama ini dianggap tidak berguna dan langsung dibuang, sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi karya yang bernilai. Harapannya, kesadaran akan pemanfaatan bahan alami di sekitar tempat tinggal dapat tumbuh sejak dini, sekaligus mengajak siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Kegiatan diawali dengan pengumpulan daun oleh siswa. Berbagai jenis daun yang ada di lingkungan sekitar sekolah dikumpulkan, kemudian dipilih mana yang bentuk dan seratnya sesuai untuk menghasilkan motif yang baik pada kain. Setelah bahan terkumpul, Ayu Alicia memberikan penjelasan singkat mengenai apa itu ecoprint dan bagaimana daun dapat menghasilkan motif alami saat diaplikasikan pada media kain. Penjelasan ini disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa SD.

Setelah memahami dasar-dasarnya, siswa langsung diajak mempraktikkan sendiri proses pembuatan ecoprint. Satu per satu siswa menyusun daun pilihan mereka di atas kain sesuai pola yang diinginkan, kemudian mengikuti tahapan pembuatan ecoprint berikutnya di bawah bimbingan Ayu Alicia. Suasana praktik berlangsung antusias, sebab masing-masing siswa memiliki kebebasan untuk mengatur susunan daun sesuai kreativitas mereka sendiri, sehingga setiap kain yang dihasilkan memiliki motif yang unik dan berbeda satu sama lain.

Di akhir kegiatan, hasil karya siswa dapat langsung dilihat dan dibandingkan satu sama lain. Kain-kain bermotif daun tersebut menjadi bukti nyata bahwa bahan alami yang sering dianggap limbah dapat diubah menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan menarik. Bagi siswa, pengalaman ini bukan hanya soal berkarya, tetapi juga pelajaran sederhana bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar mereka.

Kegiatan pembuatan ecoprint ini turut sejalan dengan sejumlah target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Yang paling relevan adalah SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kreatif dan edukatif di luar kegiatan belajar-mengajar biasa. Selain itu, program ini juga berkaitan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sebab memanfaatkan limbah daun menjadi karya bernilai merupakan bentuk nyata dari pengurangan dan pemanfaatan kembali bahan yang semula dianggap sampah. Kegiatan ini juga bersinggungan dengan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, karena menumbuhkan kepedulian siswa sejak dini terhadap pemanfaatan sumber daya alam di lingkungan sekitar secara bijak.

Melalui kegiatan sederhana ini, Ayu Alicia berharap siswa SD Cukilan 03 dapat membawa pulang lebih dari sekadar kain bermotif daun. Ada pesan yang ingin ditanamkan, bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil dan kreatif, serta bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna sekalipun sesungguhnya masih menyimpan potensi untuk menjadi karya yang berharga.