Kembali ke halaman berita
Berita

Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Mahasiswa KKN UNDIP Bangun Website Monitoring Bank Sampah Desa Cukilan

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 20 Agustus 2026, 14:59 WIB · 3 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)

Balai Desa Cukilan, 7 Agustus 2026 -- Pengelolaan Bank Sampah Desa Cukilan selama ini masih dilakukan secara manual, sehingga menyulitkan pengurus dalam memantau data nasabah dan transaksi secara akurat. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk mengembangkan Website Monitoring dan Manajemen Bank Sampah Desa Cukilan yang terintegrasi dengan database nasabah serta transaksi. Program ini merupakan bagian dari rangkaian multidisiplin KKN bertema Penguatan Sistem Operasional, Insentif, dan Monitoring Bank Sampah Berkelanjutan. Website dikembangkan oleh Kayis Hilmi Farih, mahasiswa Informatika Universitas Diponegoro, dan pelatihan penggunaan sistem diberikan kepada pengurus Bank Sampah pada Jumat, 7 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Cukilan.

Pengelolaan Bank Sampah Desa Cukilan selama ini mengandalkan pencatatan manual yang menyulitkan pengurus dalam memantau perkembangan jumlah nasabah, volume sampah yang dikumpulkan, maupun transaksi keuangan secara real-time. Data yang tersebar di berbagai catatan kertas membuat pelaporan menjadi tidak efisien dan rawan kesalahan. Menanggapi permasalahan tersebut, pendekatan digital diperkenalkan melalui pengembangan website monitoring yang dirancang khusus untuk kebutuhan Bank Sampah. Sebagai mahasiswa Informatika, Kayis membangun sistem yang tidak hanya mencatat data nasabah dan transaksi, tetapi juga menyajikannya dalam bentuk dashboard yang mudah dibaca, sehingga pengurus dapat memantau kinerja Bank Sampah secara lebih transparan dan akuntabel.

Proses pengembangan website dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari analisis kebutuhan pengurus, perancangan sistem, pengembangan fitur, hingga integrasi database nasabah dan transaksi. Setelah sistem rampung, pelatihan dasar diberikan kepada pengurus Bank Sampah di Balai Desa Cukilan pada 7 Agustus 2026 agar mereka mampu mengoperasikan website secara mandiri. Luaran konkret yang dihasilkan dari program ini meliputi satu website monitoring dan manajemen Bank Sampah yang telah terintegrasi dengan database, serta peningkatan kapasitas pengurus dalam menggunakan sistem digital. Kehadiran website ini diharapkan mampu memudahkan pengurus dalam memantau data nasabah dan transaksi, meningkatkan transparansi pengelolaan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Program ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi digital, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pengelolaan sampah berbasis digital, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan sampah yang terdata dan terpantau dengan baik.

Meskipun website telah berhasil dikembangkan dan pengurus telah mendapatkan pelatihan dasar, pengurus masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem digital yang baru diterapkan. Konsistensi dalam melakukan input dan pembaruan data juga masih perlu ditingkatkan. Sebagai tindak lanjut, website akan dipelihara dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan Bank Sampah ke depan. Pengurus juga diharapkan melakukan backup data dan pembaruan informasi secara berkala agar sistem tetap optimal. Dengan adanya website ini, pengelolaan Bank Sampah Desa Cukilan diharapkan semakin profesional, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.