Kembali ke halaman berita
Berita

Dukung SDGs-12, Mahasiswa KKNT-80 Undip Susun Sistem Monitoring Insentif Bank Sampah

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 18 Agustus 2026, 09:30 WIB · 4 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)

Kabupaten Semarang, 18 Agustus 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) ke-80 Universitas Diponegoro (Undip), Nabila Putri Khoirunisa dari Program Studi Akuntansi, melaksanakan program Penyusunan Sistem Monitoring Penyaluran Insentif Pengelola Bank Sampah di Desa Cukilan, Kabupaten Semarang. Program tersebut merupakan bagian dari tema besar "Penguatan Sistem Operasional, Insentif, dan Monitoring Bank Sampah Berkelanjutan", dengan fokus pada aspek insentif dan monitoring sesuai bidang keilmuan Akuntansi. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Balai Desa Cukilan dan menghasilkan sistem monitoring berbasis spreadsheet untuk pencatatan serta pemantauan penyaluran insentif pengelola Bank Sampah.

 

Program penyusunan sistem monitoring ini ditujukan untuk mendukung Pemerintah Desa Cukilan dan pengelola Bank Sampah di masing-masing dusun dalam melakukan pencatatan dan pemantauan penyaluran insentif secara lebih terstruktur. Penyusunan sistem dilakukan dengan mempertimbangkan mekanisme pembagian insentif yang perlu disesuaikan dengan kondisi dan kesepakatan pada masing-masing dusun.

 

Sebagai mahasiswa Program Studi Akuntansi, fokus kegiatan diarahkan pada penyusunan sistem pencatatan dan monitoring penyaluran insentif. Sistem berbasis spreadsheet disusun untuk membantu mendokumentasikan data insentif, pembagian insentif kepada pengelola, status penyaluran, serta rekapitulasi data.

 

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mempertimbangkan mekanisme pembagian insentif yang berlaku pada masing-masing dusun. Persentase dan jumlah penerima insentif menjadi bagian yang perlu disesuaikan dalam sistem agar dapat mengikuti mekanisme yang telah disepakati. Oleh karena itu, sistem dirancang secara fleksibel dan tidak menggunakan satu pola pembagian insentif yang bersifat tetap.

 

Perbedaan kondisi dan kesepakatan mengenai pembagian insentif pada masing-masing dusun menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan sistem. Fleksibilitas diperlukan agar persentase dan jumlah penerima insentif dapat disesuaikan dengan mekanisme yang berlaku di masing-masing dusun.

 

Sebagai hasil kegiatan, telah tersusun sistem monitoring penyaluran insentif pengelola Bank Sampah berbasis spreadsheet. Sistem tersebut memuat pencatatan data insentif, pembagian insentif kepada pengelola, status penyaluran, dan rekapitulasi data. Sistem juga dapat disesuaikan berdasarkan persentase serta jumlah penerima insentif sesuai dengan mekanisme yang disepakati pada masing-masing dusun.

 

Sebagai tindak lanjut, tautan spreadsheet monitoring insentif diserahkan kepada Pemerintah Desa Cukilan untuk selanjutnya diteruskan kepada pengelola Bank Sampah di masing-masing dusun. Spreadsheet tersebut dapat disesuaikan kembali berdasarkan mekanisme, jumlah penerima, serta kesepakatan pembagian insentif yang berlaku di masing-masing dusun.

 

Kepala Desa Cukilan, Pak Rozikin, menyampaikan harapannya agar adanya sistem monitoring insentif dapat mendukung keberlanjutan pengelolaan Bank Sampah. Menurutnya, sistem tersebut diharapkan dapat mendorong kembali semangat warga untuk mengumpulkan sampah sekaligus memudahkan pengelolaan Bank Sampah.

 

"Semoga dengan adanya template monitoring insentif ini bisa memacu semangat warga untuk mau mengumpulkan sampah lagi, karena sudah ada tenaga yang nantinya mendapat insentif. Pokoknya bisa memudahkan mereka dalam mengelola Bank Sampah," ujar Pak Rozikin, Kepala Desa Cukilan.

 

Program Penyusunan Sistem Monitoring Penyaluran Insentif Pengelola Bank Sampah menjadi salah satu bentuk penerapan bidang Akuntansi dalam mendukung tema besar "Penguatan Sistem Operasional, Insentif, dan Monitoring Bank Sampah Berkelanjutan." Fokus pada pencatatan, monitoring, dan rekapitulasi data insentif diharapkan dapat mendukung pengelolaan administrasi penyaluran insentif Bank Sampah secara lebih terstruktur.

 

Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-12, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui dukungan terhadap pengelolaan Bank Sampah yang lebih terstruktur. Keterkaitan tersebut diwujudkan melalui penyusunan sistem monitoring yang dapat mendukung pencatatan dan pemantauan penyaluran insentif pengelola Bank Sampah.

 

Dengan adanya sistem monitoring yang fleksibel, spreadsheet tersebut diharapkan dapat digunakan dan disesuaikan kembali oleh pengelola Bank Sampah berdasarkan mekanisme, jumlah penerima, dan kesepakatan pembagian insentif yang berlaku di masing-masing dusun di Desa Cukilan.