Kembali ke halaman berita
Berita

Edukasi Pemilahan Makin Mudah, Mahasiswa Undip Hadirkan Katalog Digital Sampah Terintegrasi QR Code di Desa Cukilan

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 16 Agustus 2026, 13:22 WIB · 3 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)

Cukilan, Suruh, Kabupaten Semarang – Kurangnya pemahaman warga mengenai jenis dan kategori pemilahan sampah kerap menjadi hambatan utama dalam operasional Bank Sampah di tingkat desa. Merespons kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) dari program studi Informatika, Kevin Adi Santoso (NIM 24060123130081), meluncurkan inovasi berupa "Katalog Digital Klasifikasi Sampah" bagi masyarakat Desa Cukilan.

Program ini menghadirkan sebuah halaman web statis interaktif yang dirancang khusus untuk layar ponsel cerdas (mobile-friendly). Melalui pangkalan data visual ini, warga dapat melihat secara jelas gambar, jenis, serta panduan memilah sampah yang benar (seperti perbedaan plastik, kertas, logam, dan kaca) sesuai dengan standar penerimaan Bank Sampah Desa Cukilan.

Guna memastikan teknologi ini merakyat dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, Kevin memadukan halaman web tersebut dengan teknologi QR Code. Stiker QR Code ini ditempelkan secara strategis di pos logistik dan titik-titik kumpul Bank Sampah.

"Harapannya, sesaat sebelum menyetorkan atau menimbang sampah, warga cukup memindai QR Code menggunakan kamera HP mereka. Panduan pemilahan akan langsung muncul di layar, sehingga ketepatan pemilahan sampah langsung dari sumbernya, yakni tingkat rumah tangga, bisa meningkat drastis," jelas Kevin.

Pelaksanaan program edukasi digital ini sejalan dengan komitmen global dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi penyampaian informasi melalui platform digital dan QR Code ini merupakan bentuk nyata perwujudan SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dalam memajukan infrastruktur teknologi informasi desa. Lebih esensial lagi, program ini merupakan implementasi langsung dari SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), di mana literasi warga mengenai daur ulang dan pemilahan limbah rumah tangga ditingkatkan secara masif. Secara paralel, edukasi lingkungan non-formal ini juga menyumbang pada capaian SDGs 4 (Pendidikan Bermutu).

Dalam proses pengembangannya, kurasi data visual klasifikasi sampah dilakukan secara kolaboratif bersama pengurus Bank Sampah agar informasi yang disajikan benar-benar relevan dengan kebutuhan pengepul lokal.

Sebagai bentuk jaminan keberlanjutan pasca-KKN, mahasiswa FSM Undip ini tidak hanya menyerahkan aset QR Code fisik, tetapi juga membekali perangkat desa dan admin Bank Sampah dengan Admin Guide (buku panduan pengoperasian). Dokumen ini memastikan para pengurus desa memiliki kendali penuh untuk merawat, mengubah, atau menambahkan jenis sampah baru ke dalam sistem secara mandiri di masa mendatang.

Hadirnya Katalog Digital Klasifikasi Sampah ini mendapat respons positif dari pengurus Bank Sampah Desa Cukilan. Dengan panduan visual yang praktis dan terintegrasi di ujung jari, diharapkan tingkat residu sampah campur dapat ditekan, operasional Bank Sampah berjalan lebih lancar, dan nilai ekonomis sampah yang disetorkan warga menjadi jauh lebih optimal.