Kembali ke halaman berita
Berita

Kenalkan Budaya 5R, Mahasiswa KKNT-80 Pasang Poster Edukasi di Balai Desa Cukilan

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 17 Agustus 2026, 23:56 WIB · 3 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)
Penyerahan Poster kepada Perangkat Desa (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Desa Cukilan, 14 Agustus 2026 – Sampah rumah tangga yang tidak dipilah sejak dari sumbernya masih menjadi persoalan yang cukup akrab dijumpai di banyak desa, tak terkecuali di Desa Cukilan. Padahal, desa ini telah memiliki Bank Sampah yang seharusnya bisa berjalan lebih optimal apabila masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah masing-masing. Berangkat dari persoalan itu, Ayu Alicia Gitasya yang merupakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) membuat sebuah program kerja sederhana namun sarat manfaat, yaitu pembuatan dan pemasangan poster edukasi bertema 5R: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, dan menyasar kelompok masyarakat yang dinilai memiliki peran penting dalam kehidupan sosial desa, yakni ibu-ibu PKK, karang taruna, serta warga Desa Cukilan secara umum. Poster dipilih sebagai media edukasi karena dianggap paling praktis untuk menjangkau masyarakat secara luas. Pesannya singkat, tampilannya menarik, dan bisa dibaca kapan saja oleh siapa pun yang berkunjung ke balai desa.

Proses pembuatan poster diawali dengan menyusun materi 5R yang disesuaikan dengan kebiasaan sehari-hari masyarakat setempat, khususnya dalam konteks pengelolaan sampah rumah tangga. Mahasiswa KKN kemudian merancang desain poster dengan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna, dilengkapi ilustrasi visual agar pesannya tidak terkesan kaku atau terlalu formal. Setelah desain rampung, poster dicetak dan langsung dipasang di Balai Desa Cukilan, tepatnya di titik yang mudah terlihat oleh warga yang datang berurusan ke balai desa.

Pemilihan Balai Desa Cukilan sebagai lokasi pemasangan bukan tanpa alasan. Sebagai pusat aktivitas administratif dan sosial warga, balai desa dinilai menjadi tempat yang strategis agar pesan edukasi ini bisa terus dilihat dan diingat oleh masyarakat, tidak hanya sekali saat kegiatan berlangsung, tetapi juga di kemudian hari setiap kali mereka berkunjung.

Melalui poster ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Cukilan mulai terbiasa menerapkan prinsip 5R dalam keseharian, mulai dari memilah barang yang masih layak pakai dan tidak (Ringkas), menata barang pada tempatnya (Rapi), menjaga kebersihan lingkungan rumah (Resik), merawat barang dan fasilitas yang ada (Rawat), hingga konsisten menjalankan kebiasaan baik tersebut (Rajin). Kebiasaan-kebiasaan kecil semacam ini diyakini akan memberi dampak besar apabila dilakukan secara konsisten, terutama dalam mendukung keberlangsungan Bank Sampah Desa Cukilan yang sangat bergantung pada kesadaran warga dalam memilah sampah dari rumah.

Program kerja ini juga sejalan dengan sejumlah target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Yang paling relevan adalah SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, karena kebiasaan memilah sampah merupakan langkah awal dari pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih baik. Program ini juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, sebab lingkungan desa yang bersih dan tertata merupakan bagian dari upaya menciptakan permukiman yang layak huni. Selain itu, poster sebagai media edukasi turut mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena menjadi sarana pembelajaran informal bagi masyarakat di luar jalur pendidikan formal.

Meski terlihat sederhana, kehadiran poster 5R di Balai Desa Cukilan diharapkan mampu menjadi pengingat yang terus-menerus bagi warga untuk mulai peduli terhadap pengelolaan sampah dari rumah. Mahasiswa KKN berharap, langkah kecil ini dapat menjadi salah satu pemantik perubahan kebiasaan masyarakat menuju lingkungan Desa Cukilan yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan.