Kembali ke halaman berita
Berita

KKN UNDIP Tanamkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini di SD Negeri Cukilan 03

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 17 Agustus 2026, 17:32 WIB · 4 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)
Pemaparan materi “AKU BISA BERWIRAUSAHA” oleh Khansa Adzra’ Hamidah kepada siswa kelas 5 SD Negeri Cukilan 03 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Pemaparan materi “AKU BISA BERWIRAUSAHA” oleh Khansa Adzra’ Hamidah kepada siswa kelas 5 SD Negeri Cukilan 03 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar program edukasi interaktif bertajuk “AKU BISA BERWIRAUSAHA: Pengenalan Dasar Kewirausahaan” bagi siswa kelas 5 SD Negeri Cukilan 03. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, ini diprakarsai oleh Khansa Adzra’ Hamidah, mahasiswa Akuntansi Universitas Diponegoro angkatan 2023, sebagai bagian dari program Sosmas (Sosialisasi Masyarakat) dalam rangkaian KKN Tematik UNDIP. Program ini bertujuan mengenalkan konsep dasar kewirausahaan kepada anak-anak melalui penyampaian materi tentang dunia usaha, proses menciptakan produk, serta pentingnya kreativitas dalam berwirausaha. Kegiatan ini secara eksplisit dirancang untuk mendukung implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya pada tema Kewirausahaan, dengan mengembangkan elemen kreativitas, kemandirian, dan bernalar kritis pada diri peserta didik. Program ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengenalan pendidikan kewirausahaan sejak dini serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penanaman jiwa wirausaha sebagai bekal masa depan.

Minimnya pengenalan konsep kewirausahaan di tingkat sekolah dasar menjadi perhatian utama pelaksanaan program ini. Berdasarkan observasi awal di SD Negeri Cukilan 03, diketahui bahwa siswa kelas 5 belum banyak mendapat pemahaman mengenai dunia usaha, proses menciptakan produk, maupun pentingnya kreativitas dalam berwirausaha. Padahal, pengenalan sejak dini sangat krusial untuk membentuk pola pikir kreatif, mandiri, dan kritis, kompetensi yang menjadi fondasi Profil Pelajar Pancasila.

Menanggapi hal tersebut, Khansa menyusun materi presentasi tentang dasar-dasar kewirausahaan dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami oleh anak-anak. Materi diawali dengan pengertian wirausaha sebagai kegiatan ekonomi mandiri untuk menciptakan dan menjalankan bisnis barang atau jasa guna memperoleh keuntungan. Siswa juga dikenalkan dengan perbedaan barang (berwujud, seperti pakaian dan makanan) dan jasa (tindakan yang diberikan kepada orang lain, seperti salon dan ojek). Selanjutnya, dijelaskan tentang modal sebagai segala sesuatu yang disiapkan untuk memulai usaha, baik berupa uang maupun bahan-bahan yang akan diubah menjadi barang atau jasa yang dijual. Peserta juga diajarkan cara menentukan harga jual dengan rumus sederhana, serta pentingnya menetapkan harga di atas modal agar memperoleh keuntungan. Tak ketinggalan, konsep ciri khas usaha diperkenalkan melalui nama yang mudah diingat, logo unik, dan slogan menarik yang menjadi pembeda suatu usaha dengan usaha lainnya. Pada akhir sesi, ditekankan bahwa kunci berwirausaha adalah kreatif dan berani. Materi disampaikan melalui bahasa sederhana, diselingi permainan dan diskusi ringan agar peserta tidak merasa bosan.

Setelah sesi edukasi, peserta diajak menuangkan ide mereka dengan merancang produk dan toko impian melalui lembar kerja kreatif yang telah disiapkan. Siswa kelas 5 diberi kesempatan untuk berimajinasi dan menuangkan ide usaha mereka ke dalam lembar kerja yang berisi kolom gambar toko, gambar produk, harga produk, nama toko, dan logo toko. Setelah itu, beberapa peserta mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas sebagai bentuk apresiasi dan penguatan pemahaman. Kegiatan ditutup dengan pemberian motivasi agar anak-anak berani bermimpi dan berkarya. Luaran konkret yang dihasilkan dari program ini meliputi satu file materi presentasi dan lembar kerja kreatif yang telah diisi oleh setiap peserta sebagai wujud pemahaman mereka terhadap konsep kewirausahaan.

Siswa kelas 5 terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari penyampaian materi hingga sesi presentasi hasil karya. Kreativitas mereka tampak dari beragam ide produk dan desain toko yang dituangkan dalam lembar kerja. Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak mendapatkan bekal pengetahuan dan motivasi untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan jiwa wirausaha sejak dini, sebagai fondasi bagi masa depan yang lebih mandiri dan berdaya saing.