Cukilan, Suruh, Kabupaten Semarang – Mengatasi kendala administratif dalam operasional pengelolaan sampah tingkat desa, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM) program studi Informatika, Kevin Adi Santoso (NIM 24060123130081), menginisiasi program "Optimalisasi Sistem Logistik Sedekah Sampah Berbasis Mobile Fast-Entry dan Gamifikasi Publik".
Inovasi ini lahir dari pemetaan masalah di lapangan, di mana operasional Bank Sampah di Desa Cukilan belum didukung oleh sistem pengelolaan yang terstruktur dalam hal pengumpulan dan pencatatan logistik. Petugas dari Karang Taruna kerap kesulitan melakukan input data melalui smartphone karena tangan mereka sibuk mengangkut karung sampah. Menjawab hal tersebut, Kevin melakukan pembaruan antarmuka (UI/UX) pada sistem website eksisting dengan menghadirkan fitur Quick Add (Mobile-First). Fitur ini memangkas waktu input data secara signifikan, memungkinkan relawan mencatat logistik sampah dengan cepat dan efisien.

Menariknya, sistem ini tidak menggunakan skema imbalan uang konvensional untuk warga, melainkan pendekatan donasi bertajuk "Sedekah Sampah" yang digerakkan oleh insentif sosial.
“Kami mentransformasi data statis menjadi Leaderboard (Papan Peringkat) kompetisi antar-dusun yang live di halaman publik. Melalui gamifikasi ini, kami ingin menumbuhkan rasa gengsi positif dan semangat kompetisi antar-warga untuk menyumbangkan sampahnya. Ini sering kali terbukti menjadi motor penggerak partisipasi massal yang lebih kuat daripada sekadar insentif uang receh,” papar Kevin di sela-sela uji coba sistem.
Implementasi sistem logistik cerdas ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pembaruan sistem digital berbasis mobile dan peningkatan UI/UX secara langsung mendukung SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, optimalisasi pengumpulan logistik sampah yang mencegah penumpukan limbah di lingkungan pemukiman berkontribusi kuat pada SDGs 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan). Konsep "Sedekah Sampah" itu sendiri menjadi fondasi bagi SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong budaya daur ulang partisipatif di tingkat rumah tangga.
Guna memastikan teknologi ini benar-benar diadopsi dan tidak sebatas teori, metode pelaksanaan difokuskan pada roleplay (simulasi peran) dan praktik pengangkutan langsung di lapangan bersama para pemuda Karang Taruna. Langkah ini dirancang untuk membentuk muscle memory dan kebiasaan (habit) pencatatan digital secara real-time.
Sebagai pelengkap untuk memastikan tata kelola tetap terarah di masa mendatang, mahasiswa Undip ini juga menyusun dan menyerahkan luaran fisik berupa Buku Saku (SOP) yang memuat panduan alur operasional logistik secara ringkas, mulai dari tahap pengangkutan dalam karung hingga distribusi ke pengepul besar.
Melalui perpaduan optimalisasi teknologi (gamifikasi dan fast-entry) serta pendekatan sosial operasional ini, diharapkan tata kelola Bank Sampah di Desa Cukilan dapat berjalan lebih transparan, masif, dan berkelanjutan, sekaligus memaksimalkan potensi ekonomi sirkular desa.