Cukilan, Suruh, Kabupaten Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) dari program studi Informatika, Kevin Adi Santoso (NIM 24060123130081), secara resmi meluncurkan Sistem Manajemen Informasi Kelembagaan Pengelola Sampah (SIM-KPS) bagi Pemerintah Desa Cukilan. Sistem ini membawa inovasi taktis berupa fitur "Pusat Dokumen", sebuah repositori digital terpadu yang dirancang untuk menyelamatkan dan mendigitalisasi seluruh tata kelola persampahan desa.
Langkah digitalisasi ini berangkat dari permasalahan utama di Desa Cukilan, di mana implementasi Peraturan Desa serta mekanisme kerja pengelolaan sampah belum berjalan optimal dan terstruktur. Sebelumnya, dokumen fisik berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pedoman teknis rentan hilang atau rusak seiring bergantinya kepengurusan. Sebagai solusinya, fitur Pusat Dokumen ini mengintegrasikan seluruh pedoman, dokumen kelembagaan, serta SOP operasional tata kelola Bank Sampah hasil rumusan tim KKN menjadi satu pangkalan data yang dapat diunduh langsung dalam format PDF.

“Seringkali, SOP dan buku panduan fisik yang diserahkan ke balai desa rentan tercecer. Dengan adanya Repositori Dokumen Digital di dalam SIM-KPS ini, kami memastikan bahwa seluruh panduan tata kelola administrasi Bank Sampah tersimpan dengan aman, terpusat, dan sangat mudah diakses. Sistem ini menjadi single source of truth (sumber rujukan utama) bagi operator maupun perangkat desa sebagai pengawas,” jelas Kevin di sela-sela kegiatan serah terima sistem.
Lebih lanjut, Kevin memaparkan bahwa program pengembangan repositori tata kelola ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini sangat selaras dengan SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan menciptakan sistem kelembagaan desa yang lebih terstruktur, transparan, dan akuntabel berbasis digital.
Selain itu, penyediaan ekosistem web ini juga mendorong capaian SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan infrastruktur teknologi informasi di tingkat desa. Dengan berjalannya SOP pengelolaan persampahan secara konsisten melalui panduan digital tersebut, inovasi ini juga turut berkontribusi pada SDGs 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan) lewat terjaganya kebersihan dan kelestarian lingkungan pemukiman warga.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan software, eksekusi program ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk menyepakati alur kerja, dan diakhiri dengan pelatihan teknis secara intensif bagi Karang Taruna serta pengurus pengelola sampah sebagai operator sistem.
“Teknologi sebaik apa pun tidak akan berjalan tanpa SDM yang mumpuni. Oleh karena itu, kami memberikan pendampingan langsung (hands-on) hingga masa uji coba selesai. Tujuannya adalah menciptakan kader-kader desa yang mahir dan mandiri dalam mengelola ekosistem digital ini pasca-KKN,” tambahnya.
Inovasi repositori dokumen ini disambut positif oleh jajaran perangkat Desa Cukilan. Keberadaan platform digital ini dinilai memberikan kepastian panduan bagi para pengelola Bank Sampah tingkat dusun, sehingga operasional dapat berjalan secara terstruktur dan tidak lagi mengandalkan ingatan personal pengurus.
Melalui kehadiran SIM-KPS dan Repositori Dokumen ini, diharapkan tata kelola Bank Sampah Desa Cukilan dapat berjalan semakin profesional, sehingga potensi ekonomi dari ekonomi sirkular sampah dapat dioptimalkan demi kesejahteraan masyarakat desa.