Kembali ke halaman berita
Berita

Mahasiswa KKN-T 80 Cukilan Hadirkan Program SAKU BIJAK untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Keluarga

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 18 Agustus 2026, 00:32 WIB · 4 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)
Mahasiswa KKN-T 80 Cukilan Angelia Dhara Ayu (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Desa Cukilan, 29 Juli 2026 — Mahasiswa KKN-T 80 Cukilan Universitas Diponegoro, salah satunya Angelia Dhara Ayu dari Program Studi Akuntansi, melaksanakan program kerja “SAKU BIJAK: Sadar Keuangan untuk Keluarga Bijak” pada Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Kepala Dusun Banjaran Gunung, Desa Cukilan, ini ditujukan kepada PKK Banjaran Gunung sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan keluarga secara bijak, terencana, dan bertanggung jawab.

Program SAKU BIJAK dilaksanakan sebagai bentuk penerapan ilmu akuntansi sekaligus kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Pengelolaan keuangan keluarga menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan sehari-hari karena berkaitan dengan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan, menentukan prioritas, mengelola pendapatan, serta mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang.

Pemaparan Materi Angelia Dhara Ayu bersama PKK Banjaran Gunung Desa Cukilan mengenai Menjadikan Keluarga yang Bijak dengan Keuangan yang Bijak (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Melalui kegiatan ini, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya membuat perencanaan keuangan keluarga, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran rumah tangga, melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran, serta mengalokasikan pendapatan secara lebih terencana. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan kondisi kehidupan sehari-hari agar dapat diterapkan oleh peserta dalam mengelola keuangan keluarganya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga mengajak peserta untuk memahami pentingnya memiliki skala prioritas dalam penggunaan pendapatan. Peserta diberikan pemahaman bahwa pengelolaan keuangan yang baik tidak selalu bergantung pada besarnya pendapatan, tetapi juga pada kemampuan dalam merencanakan, mencatat, mengendalikan, dan mengevaluasi penggunaan uang.

Selain itu, program SAKU BIJAK juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dalam mengambil keputusan keuangan. Masyarakat didorong untuk mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan yang dapat menimbulkan beban keuangan di kemudian hari. Dengan pemahaman tersebut, keluarga diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih rasional dan bertanggung jawab.

Kegiatan berlangsung melalui pemaparan materi, diskusi, dan interaksi bersama anggota PKK Banjaran Gunung. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman serta permasalahan yang dihadapi dalam mengelola keuangan rumah tangga. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa dapat memberikan contoh dan solusi sederhana yang relevan dengan kondisi peserta.

Menurut Angelia Dhara Ayu, mahasiswa KKN-T 80 Cukilan Program Studi Akuntansi Universitas Diponegoro, literasi keuangan merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki setiap keluarga karena berkaitan langsung dengan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui SAKU BIJAK, kami berharap ibu-ibu PKK dapat semakin memahami pentingnya mengatur keuangan keluarga secara sederhana tetapi konsisten. Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran serta menentukan prioritas kebutuhan, keluarga dapat memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik dan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak,” ujar Angelia.

Pelaksanaan program ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu akuntansi di tengah masyarakat. Pengetahuan mengenai pencatatan dan perencanaan keuangan tidak hanya diterapkan dalam lingkungan organisasi maupun perusahaan, tetapi juga dapat memberikan manfaat secara langsung dalam kehidupan rumah tangga.

Program SAKU BIJAK: Sadar Keuangan untuk Keluarga Bijak diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi anggota PKK Banjaran Gunung. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, masyarakat diharapkan dapat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, mulai dari membuat anggaran, mencatat transaksi, menentukan prioritas, hingga melakukan evaluasi keuangan keluarga secara berkala.

Dari sisi Sustainable Development Goals (SDGs), program SAKU BIJAK memiliki keterkaitan yang kuat dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), khususnya melalui pemberian edukasi dan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai literasi keuangan. Pendidikan dan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam membantu individu mengambil keputusan yang lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya keuangan secara produktif dan bertanggung jawab. Literasi keuangan yang baik dapat membantu keluarga dalam mengelola pendapatan, merencanakan kebutuhan, serta mengambil keputusan ekonomi secara lebih bijaksana.

Melalui sinergi antara mahasiswa KKN-T 80 Cukilan dan PKK Banjaran Gunung, program SAKU BIJAK diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan edukasi sesaat, tetapi dapat mendorong terbentuknya kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih baik dalam kehidupan keluarga. Dengan keluarga yang semakin sadar dan bijak dalam mengelola keuangan, diharapkan tercipta masyarakat Desa Cukilan yang lebih mandiri, berdaya, dan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik.