Kabupaten Semarang, 7 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 80 dari Universitas Diponegoro, M. Rafi Hanifansyah, melaksanakan program “Sosialisasi dan Edukasi Pentingnya Penggunaan Mineral Block sebagai Suplemen Mineral Tambahan Ternak Ruminansia” di Joglo Banjaran Gunung, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Program ini ditujukan kepada peternak sapi dan kambing untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya mineral block sebagai suplemen tambahan dalam memenuhi kebutuhan mineral ternak yang tidak selalu tercukupi dari pakan hijauan maupun konsentrat biasa. Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2, yaitu Tanpa Kelaparan, melalui upaya mendukung produktivitas ternak sebagai salah satu sumber pangan dan penghidupan masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman peternak mengenai pemberian suplemen mineral bagi ternak ruminansia. Mineral block diperkenalkan sebagai salah satu alternatif suplemen yang dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral makro dan mikro, sehingga dapat mendukung kondisi tubuh, nafsu makan, kesuburan, serta produktivitas ternak.
Sosialisasi dilakukan dengan menyampaikan materi mengenai fungsi dan pentingnya mineral block bagi ternak. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan dan pemberian mineral block. Peternak juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan melakukan tanya jawab mengenai penggunaan mineral block agar dapat digunakan dengan tepat.
Selain edukasi, program ini menghasilkan produk mineral block yang dapat diberikan sebagai suplemen tambahan pakan ternak ruminansia. Peternak juga memperoleh leaflet dan panduan pemberian mineral block sebagai bahan yang dapat digunakan kembali setelah kegiatan berlangsung.
Melalui program ini, penggunaan mineral block diharapkan dapat lebih dipahami oleh peternak sebagai salah satu upaya sederhana untuk mendukung pemenuhan kebutuhan mineral ternak. Pengetahuan dan produk yang diberikan juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi peternak Desa Cukilan dalam menerapkan pemberian suplemen secara lebih tepat.