Penyerahan Poster tentang pembuatan dan pemanfaatan MOL kepada kepala desa Cukilan (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Kabupaten Semarang, 14 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 80 dari Universitas Diponegoro, Malik Shofil Wissama (23010123140304), melaksanakan program Diseminasi Informasi Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL)/starter melalui Poster Edukasi di Balai Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan bahan organik sebagai MOL yang dapat digunakan sebagai starter dalam membantu proses penguraian sampah organik. Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan sampah organik menjadi bahan yang lebih bermanfaat.
Program ini dilaksanakan karena masih terbatasnya pemahaman awal masyarakat mengenai manfaat dan cara pembuatan MOL sebagai starter pengelolaan sampah organik. Melalui poster edukasi, masyarakat diperkenalkan pada bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar serta tahapan sederhana dalam pembuatan dan pemanfaatan MOL.
Poster disusun dengan memuat informasi mengenai proses pembuatan MOL secara sederhana dan penggunaannya sebagai starter untuk membantu penguraian sampah organik. Media visual tersebut dibuat agar informasi dapat dipahami dengan lebih mudah dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat sebagai panduan.
Pelaksanaan program dilakukan melalui penyampaian informasi menggunakan poster edukasi mengenai pembuatan dan pemanfaatan MOL. Poster tersebut menjadi media informasi yang dapat digunakan masyarakat untuk memahami tahapan pembuatan MOL serta penerapannya dalam pengelolaan sampah organik.
Program ini menghasilkan poster edukasi pembuatan MOL/starter sebagai media informasi bagi masyarakat Desa Cukilan. Poster tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan organik di sekitar serta mendukung pengelolaan sampah organik yang lebih baik.