Produk pupuk organik cair dari limbah organik (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Kabupaten Semarang, 7 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 80 dari Universitas Diponegoro, Malik Shofil Wissama (23010123140304), melaksanakan program Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga sebagai Produk Unggulan Bank Sampah di Joglo Banjaran Gunung, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan edukasi dan keterampilan kepada warga dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan Bank Sampah.
Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengelolaan limbah organik rumah tangga yang telah berjalan di Desa Cukilan. Kegiatan menyasar warga dan peternak dengan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah organik yang masih dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan berpotensi mendukung kegiatan Bank Sampah.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai manfaat pupuk organik cair dari limbah organik sebagai produk unggulan Bank Sampah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan pendampingan praktik pencacahan serta pencampuran bahan. Limbah organik dicampur dengan EM4, air cucian beras, dan molase, kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup untuk melalui proses fermentasi selama 2–3 minggu hingga menghasilkan pupuk organik cair.Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai manfaat pupuk organik cair, tetapi juga melihat secara langsung tahapan pengolahannya.
Pendampingan dilakukan oleh Malik Shofil Wissama sebagai pemateri dan fasilitator agar proses pencacahan, pencampuran, hingga fermentasi dapat dilakukan dengan tepat. Program ini menghasilkan produk pupuk organik cair dari limbah organik hasil pelatihan serta lembar praktik dan dokumentasi kegiatan. Produk tersebut dapat menjadi contoh pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan Bank Sampah Desa Cukilan.