Kabupaten Semarang, 7 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 80 dari Universitas Diponegoro, M. Rafi Hanifansyah, melaksanakan program “Sosialisasi dan Pembuatan Pupuk Organik sebagai Unit Usaha Bank Sampah” di Joglo Banjaran Gunung, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Program ini dilakukan untuk memperkenalkan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk sekaligus membuka pemahaman bahwa Bank Sampah dapat dikembangkan sebagai unit usaha yang menghasilkan produk bernilai guna dan ekonomi. Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang dapat digunakan kembali.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap perlunya pengembangan fungsi Bank Sampah agar tidak hanya berfokus pada pengumpulan dan pemilahan sampah. Dengan menyasar masyarakat dan pengelola Bank Sampah, program ini memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah organik serta peluang pengolahannya menjadi produk yang dapat mendukung kebutuhan pupuk masyarakat dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi Bank Sampah.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai potensi Bank Sampah sebagai unit usaha, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pupuk organik. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna. Demonstrasi juga memberikan gambaran bahwa pengelolaan sampah dapat dikembangkan tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga dari sisi ekonomi.
Hasil dari kegiatan berupa produk pupuk organik hasil demonstrasi yang dapat dijadikan contoh produk unggulan Bank Sampah. Produk tersebut menjadi salah satu luaran program sekaligus gambaran nyata mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang dapat digunakan dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kegiatan usaha.
Program “Sosialisasi dan Pembuatan Pupuk Organik sebagai Unit Usaha Bank Sampah” diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat dan pengelola Bank Sampah untuk mengembangkan pemanfaatan sampah organik secara lebih produktif. Selain mengurangi sampah, pengolahan tersebut juga dapat membuka peluang pengembangan produk dan sumber pendapatan baru bagi Bank Sampah di Desa Cukilan