Kabupaten Semarang --- Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar kegiatan sosialisasi diversifikasi produk olahan ikan melalui pembuatan pempek Palembang berbahan baku hasil akuakultur pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Banjaran Cengklik, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, dan diikuti oleh ibu-ibu PKK setempat dengan antusiasme tinggi.
Program ini digagas sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan nilai jual hasil perikanan, mengingat harga ikan segar kerap mengalami penurunan drastis saat musim panen tiba. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berupaya membekali warga dengan keterampilan mengolah ikan menjadi produk pangan yang lebih tahan lama dan bernilai ekonomi lebih tinggi, yaitu pempek.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai konsep diversifikasi produk perikanan, yakni upaya mengubah ikan segar menjadi berbagai jenis olahan agar tidak bergantung pada penjualan dalam bentuk mentah. Selanjutnya, para peserta diberikan penjelasan mengenai cara memilih ikan segar yang tepat di pasar, mulai dari ciri fisik, tekstur daging, hingga aroma yang menandakan kualitas ikan masih baik untuk diolah.
Materi berikutnya membahas kandungan gizi ikan tenggiri yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pempek pada kegiatan ini. Ibu-ibu PKK diberikan pemahaman mengenai kandungan protein dan nutrisi lain pada ikan tenggiri yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga, sekaligus alasan mengapa jenis ikan tersebut cocok digunakan sebagai bahan utama pempek berkualitas.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan demonstrasi langsung pembuatan pempek Palembang, mulai dari proses pencampuran adonan, pembentukan, perebusan, hingga penyajian bersama kuah cuko khas. Para ibu PKK turut dilibatkan secara aktif dalam proses praktik agar dapat mempraktikkan sendiri di rumah masing-masing.
Sebagai hasil akhir dari program ini, mahasiswa KKN menyerahkan resep pempek asli Palembang lengkap dengan takaran bahan yang telah disesuaikan, sehingga dapat menjadi panduan praktis bagi warga untuk melanjutkan produksi secara mandiri, baik untuk konsumsi keluarga maupun sebagai peluang usaha rumahan.
Program sosialisasi ini sejalan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui edukasi kandungan gizi ikan tenggiri yang mendorong konsumsi protein hewani untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan keluarga. Selain itu, pemanfaatan ikan hasil akuakultur menjadi produk olahan bernilai tambah turut mendukung SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), sebagai bentuk pengelolaan sumber daya perikanan yang lebih optimal dan berkelanjutan.