Kembali ke halaman berita
Berita

MAHASISWA KKN UNDIP EDUKASI LITERASI DIGITAL GUNA TINGKATKAN KESADARAN ORANG TUA DUSUN BANJARAN GUNUNG DALAM MENDAMPINGI ANAK BERMEDIA SOSIAL

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 17 Agustus 2026, 21:28 WIB · 3 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)
Sosialisasi Literasi DIgital dalam Bermedia Sosial (Sumber : Dokumentasi Pribadi)

KABUPATEN SEMARANG, 26 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip), Najwa Naila Ramadhana, sukses menyelenggarakan program kerja sosial kemasyarakatan bertajuk "BERANI BIJAK BERSOSIAL MEDIA: Edukasi Literasi Digital bagi Orang Tua dalam Mendampingi Anak Bermedia Sosial". Kegiatan yang menyasar masyarakat ini dilaksanakan di Kediaman Kepala Dusun Banjaran Gunung pada Minggu, 26 Juli 2026.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap tantangan di era digital saat ini, di mana penggunaan media sosial ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan manfaat edukasi dan hiburan, namun di sisi lain rentan membawa dampak negatif bagi anak-anak, seperti kecanduan gawai, penipuan online, hingga ancaman cyberbullying yang angkanya terus meningkat. Dengan menyasar para orang tua, program ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak dan menguatkan peran krusial orang tua dalam mendampingi anak.

Selain merespons permasalahan lokal, pelaksanaan program ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus utama program ini mendukung SDGs Poin 4: Pendidikan Bermutu melalui upaya peningkatan literasi digital dan pendidikan sepanjang hayat bagi para orang tua. Program ini juga mendukung SDGs Poin 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui komitmen untuk melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, perundungan siber (cyberbullying), dan eksploitasi di ruang digital.

Mahasiswa pelaksana, Najwa Naila Ramadhana, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar orang tua melek literasi digital sehingga dapat memberikan perlindungan yang tepat bagi keluarganya.

"Orang tua adalah pendamping utama. Melalui edukasi ini, kami ingin orang tua paham bahwa tugasnya bukan sekadar melarang penggunaan gawai, tetapi menemani, mengawasi, mengarahkan, dan memberi teladan yang baik agar anak memakai media sosial dengan sehat dan bertanggung jawab," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi interaktif mengenai manfaat serta bahaya media sosial, termasuk pentingnya menjaga etika komunikasi digital dan melindungi privasi data pribadi keluarga. Dalam sesi tersebut, turut ditekankan aspek hukum pelindungan anak di dunia maya, seperti berlakunya PP No. 17 Tahun 2025 yang mewajibkan penyaringan konten serta persetujuan orang tua bagi pengguna anak. Para orang tua juga dibekali panduan praktis untuk mengatur waktu bergawai, seperti menyepakati jadwal dan menerapkan aturan 'bebas gawai' pada jam makan, belajar, atau menjelang tidur.

Warga tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir, ditandai dengan diskusi hangat mengenai kekhawatiran mereka terhadap konten yang diakses anak-anak. Sebagai luaran nyata dari program ini, mahasiswa membagikan media edukasi berupa panduan singkat mengenai penggunaan media sosial yang bijak yang dapat dibaca ulang di rumah.

Diharapkan, berbekal panduan dan pengetahuan yang telah diberikan, masyarakat di Dusun Banjaran Gunung dapat membangun kebiasaan bermedia sosial yang positif, aman, serta memastikan setiap anak menggunakan fasilitas internet sesuai dengan batasan usia dan kebutuhannya, demi terwujudnya generasi muda yang cerdas digital dan terlindungi.