Kabupaten Semarang, 24 Juli 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 80 Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja “Fasilitasi Forum Aspirasi Masyarakat Desa Cukilan Bersama Dinas Lingkungan Hidup” pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertempat di Joglo Banjaran Cengklik, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Program ini diinisiasi sebagai respons terhadap kondisi pengelolaan sampah di Desa Cukilan yang saat ini masih berkembang pada tingkat RT dan belum terintegrasi secara menyeluruh di tingkat desa. Dengan menyasar pengelola Bank Sampah dan masyarakat pada tingkat RT sebagai tahap awal, program ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspirasi dan kebutuhan masyarakat, memperkuat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, serta menjadi langkah awal dalam mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah di Desa Cukilan.
Program tersebut dikoordinasikan oleh Taj Naufal Zaki Manal, selaku Ketua KKN Kelompok 80, sebagai bagian dari upaya mahasiswa KKN-T 80 dalam mendorong penguatan pengelolaan lingkungan di Desa Cukilan. Melalui forum ini, mahasiswa memfasilitasi Kepala Desa, Kepala Dusun, Karang Taruna, serta ibu-ibu PKK dari masing-masing dusun untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan terkait pengelolaan sampah, sekaligus membangun koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup sebagai langkah awal menuju penguatan pengelolaan sampah di tingkat desa.
Taj Naufal Zaki Manal menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai langkah awal untuk memberikan dampak jangka panjang bagi pengelolaan lingkungan di Desa Cukilan. “Kami melihat bahwa pengelolaan sampah di Desa Cukilan memiliki potensi untuk dikembangkan secara lebih terintegrasi, namun saat ini pelaksanaannya masih berjalan pada tingkat RT dan belum mencakup seluruh wilayah desa. Oleh karena itu, melalui program Fasilitasi Forum Aspirasi Masyarakat Desa Cukilan Bersama Dinas Lingkungan Hidup, kami memfasilitasi Kepala Desa, Kepala Dusun, Karang Taruna, serta ibu-ibu PKK dari masing-masing dusun untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan terkait pengelolaan sampah, sekaligus membangun koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup sebagai langkah awal menuju penguatan pengelolaan sampah di tingkat desa,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi dan penyampaian informasi mengenai pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penyampaian aspirasi dari perangkat desa serta perwakilan masyarakat terkait permasalahan, kebutuhan, dan potensi pengelolaan sampah di Desa Cukilan. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Desa, Kepala Dusun, Karang Taruna, serta perwakilan ibu-ibu PKK dari masing-masing dusun yang turut aktif menyampaikan pandangan dan kebutuhan terkait pengelolaan sampah di wilayahnya.
Kepala Desa Cukilan, Muhammad Rozikin, S.H., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dalam memfasilitasi forum bersama Dinas Lingkungan Hidup. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN yang telah memfasilitasi forum ini. Kegiatan ini memberikan ruang bagi pemerintah desa dan perwakilan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta permasalahan terkait pengelolaan sampah. Kami berharap hasil dari forum ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pengelolaan sampah secara bertahap dan berkelanjutan di Desa Cukilan,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan plakat secara simbolis kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Desa Cukilan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas kolaborasi dalam kegiatan. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bibit pohon dari Dinas Lingkungan Hidup kepada Pemerintah Desa Cukilan yang merupakan tindak lanjut dari permohonan yang diajukan oleh mahasiswa KKN. Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Taj Naufal Zaki Manal, selaku Ketua KKN Kelompok 80, kepada pihak terkait.
Program Fasilitasi Forum Aspirasi Masyarakat Desa Cukilan Bersama Dinas Lingkungan Hidup sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui upaya mendorong pengelolaan lingkungan dan permukiman yang lebih tertib serta berkelanjutan. Program ini juga mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan pengelolaan sampah dan pemanfaatan potensi sampah di tingkat masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan upaya pengelolaan lingkungan di tingkat desa serta mendukung SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan Dinas Lingkungan Hidup dalam menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta permasalahan terkait pengelolaan sampah.
Melalui kegiatan KKN-T ini, mahasiswa Universitas Diponegoro tidak hanya berperan sebagai fasilitator dalam mempertemukan pemerintah desa, masyarakat, dan Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga berupaya mendorong terbentuknya komunikasi dan koordinasi yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan pengelolaan sampah secara bertahap di Desa Cukilan. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan di tingkat desa.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T 80 Universitas Diponegoro dalam mendukung penguatan pengelolaan lingkungan di Desa Cukilan melalui fasilitasi aspirasi masyarakat, koordinasi lintas pihak, serta upaya mendorong pengelolaan sampah yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.