Kembali ke halaman berita
Berita

Mahasiswa KKNT-80 Undip Dampingi UMKM Keripik Talas Simbah dan Adhi Candra Evaluasi Harga Jual

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 18 Agustus 2026, 08:11 WIB · 4 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)

Kabupaten Semarang, 18 Agustus 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) ke-80 Universitas Diponegoro (Undip), Nabila Putri Khoirunisa dari Program Studi Akuntansi, melaksanakan program pendampingan analisis kesesuaian harga jual berdasarkan Harga Pokok Produksi (HPP) kepada pelaku UMKM di Desa Cukilan, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendampingan pengelolaan biaya produksi agar pelaku UMKM dapat mengetahui biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dan menggunakannya sebagai dasar dalam mengevaluasi harga jual produk.

Dalam menjalankan usaha, penentuan harga jual perlu mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Namun, pelaku UMKM dapat mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi dan menghitung seluruh komponen biaya produksi secara terperinci. Oleh karena itu, pendampingan ini dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memahami komponen biaya produksi dan menghitung HPP sebagai dasar untuk mengevaluasi kesesuaian harga jual.

Pendampingan mencakup penjelasan mengenai pengertian HPP, identifikasi biaya tetap dan biaya variabel, serta perhitungan HPP menggunakan pendekatan full costing. Untuk membantu proses perhitungan, pelaku UMKM diberikan lembar kerja berbasis Microsoft Excel yang dapat menghitung biaya produksi dan HPP secara lebih terstruktur. Selain itu, diberikan pula buku panduan sederhana yang memuat penjelasan mengenai HPP serta tata cara penggunaan lembar kerja.

Pendampingan pertama dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 kepada UMKM Keripik Talas Simbah. Kegiatan dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai komponen biaya yang digunakan dalam proses produksi keripik talas. Data tersebut kemudian digunakan dalam lembar kerja perhitungan HPP untuk mengetahui biaya produksi sebagai dasar dalam mengevaluasi harga jual produk.

Melalui pendampingan tersebut, pelaku usaha tidak hanya memperoleh hasil perhitungan, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai komponen yang membentuk HPP sehingga dapat memahami dasar dari hasil perhitungan yang diperoleh.

Pendampingan kedua dilaksanakan pada 13 Agustus 2026 kepada UMKM Keripik Adhi Candra. Pada kegiatan ini, pelaku usaha didampingi dalam mengidentifikasi biaya produksi dan memasukkan data ke dalam lembar kerja perhitungan HPP. Hasil perhitungan kemudian digunakan untuk melihat rincian biaya produksi yang menjadi dasar dalam mengevaluasi harga jual.

Pendampingan juga disertai dengan penjelasan mengenai penggunaan lembar kerja agar dapat digunakan kembali apabila terdapat perubahan pada biaya produksi.

Sebagai hasil kegiatan, pelaku UMKM memperoleh lembar kerja perhitungan HPP berbasis Microsoft Excel dan buku panduan HPP. Lembar kerja memuat perhitungan biaya tetap, biaya variabel, HPP, serta analisis kesesuaian harga jual. Sementara itu, buku panduan memuat penjelasan singkat mengenai HPP, panduan penggunaan lembar kerja, serta panduan analisis hasil perhitungan.

Kedua luaran tersebut diharapkan dapat disimpan dan digunakan kembali oleh pelaku UMKM dalam melakukan perhitungan HPP, terutama ketika terjadi perubahan biaya produksi.

Penggunaan lembar kerja tersebut mendapat tanggapan positif dari pemilik UMKM Keripik Adhi Candra. Menurut pemilik usaha, lembar kerja yang diberikan dapat membantu keberlanjutan usaha karena memudahkan dalam mengetahui rincian biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi.

"Template ini sangat membantu untuk kelanjutan usaha saya, karena jadi lebih mudah mengetahui rincian biaya yang dikeluarkan dalam produksi," ujar pemilik UMKM Keripik Adhi Candra.

Pemberian lembar kerja dan buku panduan diharapkan nantinya tidak hanya digunakan selama kegiatan pendampingan berlangsung, tetapi juga dapat menjadi acuan bagi pelaku UMKM dalam melakukan perhitungan biaya produksi secara mandiri pada periode berikutnya.

Melalui program ini, pelaku UMKM memperoleh pemahaman mengenai komponen biaya produksi, perhitungan HPP, serta cara mengevaluasi kesesuaian harga jual berdasarkan hasil perhitungan. Pemanfaatan lembar kerja dan buku panduan juga memberikan sarana yang dapat digunakan kembali ketika terdapat perubahan biaya produksi.

Kegiatan pendampingan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan pengelolaan usaha UMKM, serta SDGs tujuan ke-9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pemanfaatan lembar kerja digital sebagai alat bantu dalam pengelolaan biaya produksi.