Desa Cukilan, 7 Agustus 2026 --- Mahasiswa KKN-T 80 Cukilan Universitas Diponegoro, salah satunya Angelia Dhara Ayu dari Program Studi Akuntansi, melaksanakan program kerja "Penyusunan Mekanisme Pengendalian Internal dan Pemeriksaan Kas Sederhana Bank Sampah" pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan yang bertempat di Joglo Banjaran Gunung, Desa Cukilan, ini ditujukan kepada perangkat Desa Cukilan dan pengurus Bank Sampah sebagai upaya meningkatkan tata kelola keuangan yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Program kerja ini dilaksanakan sebagai bentuk penerapan ilmu akuntansi dalam mendukung penguatan tata kelola kelembagaan masyarakat, khususnya pada aspek pengendalian internal dan pengelolaan kas Bank Sampah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa membantu memberikan pemahaman serta menyusun mekanisme sederhana yang dapat diterapkan dalam aktivitas pengelolaan keuangan Bank Sampah Desa Cukilan.
Pengendalian internal merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, kegiatan ini berfokus pada penyusunan mekanisme yang dapat membantu pengurus dalam meminimalkan risiko kesalahan pencatatan, penggunaan dana yang tidak sesuai, maupun ketidaksesuaian antara catatan keuangan dengan kondisi kas yang sebenarnya.
Dalam pelaksanaannya, Angelia Dhara Ayu bersama perangkat desa dan pengurus Bank Sampah membahas beberapa aspek penting dalam pengendalian internal, mulai dari pembagian tugas dan tanggung jawab, prosedur penerimaan dan pengeluaran kas, pencatatan transaksi, penyimpanan bukti transaksi, hingga pemeriksaan kas secara sederhana dan berkala.
Selain penyusunan mekanisme pengendalian internal, kegiatan juga memberikan pemahaman mengenai pemeriksaan kas sederhana. Pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan saldo kas yang tercatat dalam pembukuan dengan jumlah kas yang tersedia secara fisik. Mekanisme tersebut diharapkan dapat menjadi langkah sederhana bagi pengurus dalam memastikan bahwa transaksi yang terjadi telah dicatat dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi bersama perangkat desa dan pengurus Bank Sampah, serta penyusunan mekanisme yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pengelolaan Bank Sampah Desa Cukilan. Pendekatan ini dilakukan agar mekanisme yang dihasilkan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Menurut Angelia Dhara Ayu, mahasiswa KKN-T 80 Cukilan Program Studi Akuntansi Universitas Diponegoro, pengendalian internal yang sederhana dan mudah diterapkan dapat membantu pengurus Bank Sampah dalam menjaga keteraturan pengelolaan kas.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap pengurus Bank Sampah dapat memiliki mekanisme pengendalian yang sederhana namun tetap efektif, sehingga pencatatan dan pemeriksaan kas dapat dilakukan secara rutin. Dengan adanya mekanisme tersebut, pengelolaan keuangan diharapkan menjadi lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Angelia.
Program kerja ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan pengurus Bank Sampah dalam memperkuat tata kelola Bank Sampah Desa Cukilan. Keterlibatan perangkat desa diharapkan dapat mendukung keberlanjutan penerapan mekanisme yang telah disusun, sementara pengurus Bank Sampah dapat menerapkannya dalam aktivitas pengelolaan keuangan secara rutin.
Melalui adanya mekanisme pengendalian internal dan pemeriksaan kas sederhana, pengurus Bank Sampah diharapkan mampu melakukan pengawasan terhadap arus kas secara lebih terstruktur. Selain meningkatkan ketertiban administrasi, mekanisme ini juga dapat membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Bank Sampah.
Program "Penyusunan Mekanisme Pengendalian Internal dan Pemeriksaan Kas Sederhana Bank Sampah" turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Penguatan tata kelola Bank Sampah mendukung pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan melalui kelembagaan masyarakat yang lebih terorganisasi.
Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan kelembagaan masyarakat dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan sampah di tingkat desa.
Dengan adanya sinergi antara mahasiswa KKN-T 80 Cukilan, perangkat Desa Cukilan, dan pengurus Bank Sampah, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Mekanisme pengendalian internal dan pemeriksaan kas yang telah disusun diharapkan dapat menjadi pedoman sederhana bagi pengurus dalam menjaga ketertiban, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Bank Sampah Desa Cukilan, sehingga turut mendukung terwujudnya Desa Cukilan yang bersih, tertib, dan berkelanjutan.