Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, 23 Juli 2026 – Setiap desa memiliki persoalan pengelolaan sampah yang berbeda. Karena itu, solusi yang tepat perlu berangkat dari kondisi dan kebutuhan masyarakatnya sendiri. Berangkat dari hal tersebut, Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 80 Desa Cukilan Universitas Diponegoro menyusun baseline permasalahan dan kebutuhan pengelolaan sampah Desa Cukilan berdasarkan aspirasi masyarakat.
Aspirasi tersebut dihimpun melalui kegiatan program kerja “Fasilitasi Forum Aspirasi Masyarakat Desa Cukilan Bersama Dinas Lingkungan Hidup” pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertempat di Joglo Banjaran Cengklik, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Forum ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai pandangan, permasalahan, dan kebutuhan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah di lingkungan mereka.
Tidak berhenti pada forum, Dalilatusyafiiyah selaku mahasiswa KKNT 80 program studi Statistika Universitas Diponegoro kemudian mengambil peran dalam mengolah berbagai aspirasi yang telah dihimpun dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tema dan mengolahnya menggunakan statistik deskriptif. Proses tersebut dilakukan agar berbagai masukan masyarakat dapat disusun menjadi gambaran kondisi pengelolaan sampah yang lebih terarah.
Proses penyusunan baseline juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya persoalan teknis, tetapi berkaitan dengan keterlibatan dan kesiapan masyarakat. Dengan menghimpun aspirasi secara langsung, mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan yang dirasakan warga sekaligus melihat pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah di tingkat desa. Temuan tersebut menjadi bahan penting untuk memahami kondisi awal sebelum dilakukan pengembangan program pengelolaan sampah selanjutnya.
Hasil pengolahan kemudian dituangkan dalam Infografis Baseline Permasalahan dan Kebutuhan Pengelolaan Sampah Desa Cukilan. Infografis tersebut menjadi bentuk penyajian data yang lebih ringkas dan mudah dipahami, sekaligus dapat digunakan sebagai gambaran awal bagi Pemerintah Desa, DLH, dan pihak terkait dalam melihat persoalan serta kebutuhan pengelolaan sampah di Desa Cukilan.
Lebih dari sekadar menghasilkan infografis, program ini mendorong agar suara masyarakat memiliki tempat dalam proses perencanaan. Aspirasi yang disampaikan warga menjadi bagian dari data yang dapat digunakan untuk memahami kondisi di lapangan, sehingga program pengelolaan sampah ke depan dapat lebih mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari kontribusi KKNT 80 Desa Cukilan dalam mendukung SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Melalui pemanfaatan data dan keterlibatan masyarakat, pengelolaan lingkungan diharapkan dapat berkembang secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Dari forum, lahir aspirasi. Dari aspirasi, lahir data. Dan dari data tersebut, Desa Cukilan memiliki pijakan awal untuk melangkah menuju pengelolaan sampah yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warganya.