Kabupaten Semarang, 14 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Purih Amukti Arif Wicaksono, melaksanakan kegiatan Tolok Ukur Tata Kelola Bank Sampah Desa Cukilan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong penguatan tata kelola Bank Sampah Desa Cukilan melalui proses perbandingan dan evaluasi terhadap pengelolaan bank sampah yang telah berjalan secara lebih terstruktur.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi Bank Sampah Desa Cukilan yang masih belum berjalan secara terstruktur, khususnya dalam aspek perencanaan, pembagian tugas, mekanisme pelaksanaan, serta keberlanjutan kegiatan. Melalui kegiatan tolok ukur atau benchmarking, mahasiswa KKN membandingkan kondisi tata kelola Bank Sampah Desa Cukilan dengan bank sampah yang telah memiliki tata kelola lebih terstruktur dan berjalan dengan baik.
Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan pengelolaan lingkungan di tingkat desa, serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan sampah yang lebih terencana dan bertanggung jawab.
Proses tolok ukur dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai aspek tata kelola yang telah berjalan dengan baik pada bank sampah pembanding. Hasil identifikasi tersebut kemudian disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, serta kemampuan Bank Sampah Desa Cukilan.
Purih Amukti Arif Wicaksono menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai tata kelola bank sampah yang dapat dikembangkan di Desa Cukilan.
“Melalui kegiatan tolok ukur ini, saya tidak bermaksud untuk menyamakan seluruh sistem dengan Bank Sampah lain, tetapi menjadikannya sebagai acuan untuk melihat hal-hal apa saja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Desa Cukilan. Harapannya, hasil perbandingan ini dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah pengembangan Bank Sampah secara bertahap,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui proses identifikasi dan perbandingan antara kondisi Bank Sampah Desa Cukilan dengan tata kelola bank sampah yang telah berjalan secara terstruktur. Mahasiswa KKN kemudian menyusun hasil perbandingan tersebut sebagai bahan untuk menentukan kebutuhan dan prioritas pengembangan Bank Sampah Desa Cukilan.
Dalam penyusunannya, hasil tolok ukur tidak diterapkan secara langsung secara keseluruhan, tetapi disesuaikan dengan kemampuan, sumber daya, serta kondisi masyarakat Desa Cukilan. Pendekatan tersebut dilakukan agar rencana pengembangan yang dihasilkan dapat diterapkan secara realistis dan sesuai dengan kebutuhan desa.
Hasil dari kegiatan ini berupa Rencana Kerja Bank Sampah Desa Cukilan yang disusun berdasarkan hasil tolok ukur dan identifikasi kebutuhan tata kelola. Rencana kerja tersebut menjadi acuan awal dalam menentukan langkah-langkah penguatan Bank Sampah, mulai dari pembenahan kelembagaan dan pembagian tugas hingga perencanaan kegiatan operasional dan pengembangan Bank Sampah secara berkelanjutan.
Penyusunan rencana kerja diharapkan dapat memberikan arah yang lebih jelas bagi pengelola Bank Sampah Desa Cukilan dalam menjalankan kegiatannya. Dengan adanya rencana kerja, pelaksanaan Bank Sampah diharapkan tidak hanya berjalan secara insidental, tetapi memiliki tahapan, target, dan pembagian tanggung jawab yang lebih terarah.
Selain itu, rencana kerja tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengelola dan masyarakat dalam meningkatkan keberlanjutan serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Cukilan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian hasil pembahasan dan dokumentasi bersama. Melalui kegiatan tolok ukur ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap Rencana Kerja Bank Sampah Desa Cukilan dapat menjadi langkah awal dalam membangun tata kelola Bank Sampah yang lebih terstruktur, efektif, dan berkelanjutan sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat Desa Cukilan.