Kembali ke halaman berita
Berita

Wujudkan Transparansi Keuangan, Mahasiswa Akuntansi KKN-T 80 Undip Terapkan Sistem Pembukuan LINTAS di Desa Cukilan Kabupaten Semarang

Penanggung Jawab: Kepala Desa · Editor: Sekretaris Desa · 18 Agustus 2026, 00:14 WIB · 4 menit baca
Bagikan: WhatsApp X (Twitter)
Sosialisasi Program LINTAS Cukilan kepada Warga Desa Cukilan (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Suruh, 17 Agustus 2026 – Mahasiswa program studi Akuntansi Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 80 melaksanakan program bertajuk “LINTAS Cukilan (Laporan & Integrasi Tabungan Sampah Desa Cukilan)” pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan sosialisasi dan penerapan program tersebut diselenggarakan secara terpusat di Joglo Banjaran Cengklik, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Program ini secara khusus menyasar para pengurus Bank Sampah yang mewakili masing-masing dusun di Desa Cukilan. 

Program inovatif ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan bank sampah, khususnya pada aspek tata kelola administrasi keuangan. Pengelolaan dana tabungan sampah memerlukan sistem yang tertata dengan baik agar seluruh arus transaksi dapat dilacak dan dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, mahasiswa KKN-T berupaya menghadirkan pembaruan sistem pencatatan agar potensi ekonomi dari tabungan sampah masyarakat dapat dikelola secara optimal dan profesional. 

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 80 berfokus pada upaya untuk mendorong peningkatan kemampuan para pengurus bank sampah Desa Cukilan dalam mengelola administrasi keuangan. Edukasi diarahkan pada pengenalan metode pembukuan yang terintegrasi, menggantikan sistem lama yang mungkin belum terstandarisasi dengan baik. Pemahaman mengenai pencatatan yang sistematis dinilai sangat penting agar pengurus dapat bekerja dengan lebih efisien dan meminimalisir kesalahan pelaporan keuangan.

Penyerahan File Aplikasi LINTAS Cukilan kepada Kepala Desa Cukilan (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sebagai luaran utama dari pelaksanaan program tersebut, mahasiswa KKN-T 80 memperkenalkan Aplikasi LINTAS kepada para pengurus desa. Aplikasi LINTAS dirancang sebagai sebuah sistem digital terintegrasi yang berfungsi secara khusus untuk memudahkan pencatatan keuangan dan tata kelola administrasi Bank Sampah Desa Cukilan. Kehadiran platform digital ini diharapkan dapat menjadi alat bantu utama yang mempermudah pekerjaan pengurus secara praktis dan modern.

Penerapan Aplikasi LINTAS memberikan dampak ketercapaian yang sangat positif bagi keberlangsungan bank sampah di desa tersebut. Melalui pengenalan dan penerapan sistem pembukuan terintegrasi ini, pengelolaan dana bank sampah kini dapat berjalan menjadi lebih rapi, akuntabel, dan sistematis. Meningkatnya kemampuan manajerial para pengurus pada akhirnya mampu menciptakan tata kelola keuangan yang transparan dan dapat dipercaya oleh seluruh warga desa.

Program pembukuan terintegrasi ini sangat sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Fokus utama dari operasional bank sampah adalah penerapan prinsip ekonomi sirkular di tengah masyarakat. Dengan adanya Aplikasi LINTAS yang membuat operasional menjadi lebih profesional, program ini secara langsung mendukung target untuk mengurangi produksi limbah secara substansial melalui pencegahan, pengurangan, serta daur ulang sampah di lingkungan Desa Cukilan.

Selain itu, pelaksanaan program ini juga memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung capaian SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Fokus Aplikasi LINTAS pada perbaikan sistem pembukuan, akuntabilitas, dan tata kelola keuangan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi mikro di tingkat desa. Administrasi keuangan yang rapi, transparan, dan terintegrasi ini terbukti mampu meningkatkan kepercayaan warga untuk menabung sampah, yang pada gilirannya memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan KKN-T ini, mahasiswa Akuntansi Universitas Diponegoro tidak hanya berperan dalam memberikan edukasi, tetapi juga berhasil menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang aplikatif bagi permasalahan warga. Keberadaan Aplikasi LINTAS diharapkan dapat terus digunakan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh pengurus bank sampah di setiap dusun. Sistem pembukuan digital ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun fondasi kelembagaan Bank Sampah Desa Cukilan yang lebih profesional, modern, dan mandiri secara ekonomi.